RADIUS

Thu Oct 14 2021 02:35:25 GMT+0000 (UTC)

#Ekonomi dan Bisnis

Ekspor Nonmigas Jatim Meningkat di Tengah Pandemi

Badan Pusat Statistik Provinsi Jatim mencatat ekspor nonmigas pada Agustus 2021 mencapai 1,93 miliar USD atau meningkat sebesar 18,18 persen dibanding Juli 2021

Ekspor nonmigas Jatim meningkat sekaligus mengalami surplus hingga Agustus 2021. (antara)

Surabaya-Radius – Ekspor nonmigas Jatim terus meningkat meski di bawah tekanan pandemi Covid-19. Hal ini menunjukkan bahwa produktivitas di Jatim masih bisa bertahan meski pasar dalam negeri cenderung menurun.

Dari data Kementerian Perdagangan RI, Jatim menyumbang sekira 13 persen dari total ekspor nonmigas nasional. Beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor dari Jatim adalah Uni Eropa, Kanada, Amerika Serikat dan Rusia. Nilainya mencapai 23 persen total ekspor dari provinsi ini.

Menurut Dina Kurnia Sari, Direktur Perundingan ASEAN Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Kementerian Perdagangan RI, meskipun sumbangan Jatim bagi ekspor nonmigas nasional cukup besar, pihaknya tetap mendorong untuk terus ditingkatkan.

"Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu kontributor utama bagi ekspor nonmigas Indonesia dengan share hampir 13 persen atau 19,9 miliar USD,” kata Dina Kurnia Sari, dihubungi Radius melalui Dinas Kominfo Jatim.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Perdagangan M. Lutfi, dan Menteri BUMN Erick Thohir saat pelepasan ekspor Jatim. (inewsjatim)

Bebebapa produk Jatim yang berhasil diekspor ke negara–negara Uni Eropa dan USA di antaranya adalah produk perikanan seperti udang beku, cumi-cumi, tuna beku dan rumput laut. Juga ada produk pintu kayu, alas kaki, dan makanan olahan..

Selain ke negara-negara Uni Eropa dan Amerika, ekspor nonmigas Indonesia di negara-negara ASEAN juga didorong agar terus meningkat, meskipun telah mengalami surplus. Pada tahun 2020, tercatat nilai ekspor Indonesia ke ASEAN sebesar 29,4 miliar USD dan impor sebesar 21,2 miliar USD. Ini berarti, Indonesia mengalami surplus perdagangan dengan negara ASEAN sebesar 8,2 miliar USD.

Negara-negara ASEAN juga menjalin kerjasama dengan mitra strategis perdagangan, khususnya di negara-negara Uni Eropa, Kanada dan Afrika. Jika menilik ASEAN Statistical Yearbook 2020, United States of America (USA) dan European Union (EU) merupakan tujuan ekspor terbesar produsesn dari negara-negara ASEAN.

Ekspor nonmigas Jatim menyumbang 13 persen ekspor nonmigas nasional. (lifepal)

Export share ke USA merupakan angka terbesar, mencapai 12,9 persen (184 miliar USD) dan untuk EU mencapai 10,8 persen (154 miliar USD). Walaupun terdapat perbedaan tingkat kemajuan antara negara-negara anggota ASEAN dengan Negara Mitra Strategis ASEAN, namun tidak membatasi ruang untuk bekerjasama di bidang ekonomi.

Tetapi yang harus dicatat, isu-isu seperti bidang energi terbarukan, lingkungan, ketenagakerjaan, dan perdagangan inklusif harus dibangun oleh negara-negara ASEAN, khususnya Indonesia.

"Semua harus memberikan kontribusi dalam mengembangkan serta memanfaatkan secara maksimal kerja sama ASEAN dengan mitra baru untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Kita harus tingkatkan terus ekspor kita, agar mempercepat pemulihan perekonomian nasional pasca Pandemi Covid-19," harapnya.

Peti kemas siap ekspor (shutterstock)

Sementara itu, Badan Pusat Statistik Provinsi Jatim mencatat bahwa ekspor nonmigas pada Agustus 2021 mencapai 1,93 miliar USD atau meningkat sebesar 18,18 persen dibandingkan Juli 2021. Nilai tersebut dibandingkan Agustus 2020 naik sebesar 40,56 persen. Sedangkan ekspor migas Agustus 2021 mencapai 55,90 juta USD atau turun sebesar 13,57 persen dibandingkan Juli 2021. Nilai tersebut turun sebesar 15,54 persen jika dibandingkan Agustus 2020.

Total nilai ekspor Jawa Timur pada Agustus 2021 mencapai 1,98 miliar USD atau mengalami peningkatan sebesar 16,96 persen dibandingkan Juli 2021. “Nilai tersebut dibandingkan Agustus 2020 meningkat sebesar 37,97 persen,” kata Dadang Hardiwan, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, dalam rilisnya.

Sementara golongan barang utama ekspor nonmigas Agustus 2021 adalah Lemak dan Minyak hewan/nabati dengan nilai sebesar 241,89 juta USD, disusul tembaga dengan nilai sebesar 186,48 juta USD, serta kayu dan barang dari kayu dengan nilai sebesar 151,30 juta USD. “Secara kumulatif, periode Januari-Agustus 2021, ekspor total Jatim sebesar 14,59 miliar USD atau naik 15,32 persen dibandingkan Januari - Agustus 2020,” paparnya.

Writer/editor : chusnun hadi