RADIUS

Sun Oct 17 2021 01:47:13 GMT+0000 (UTC)

#Inspirasi

Mendorong Kota Malang Agar Ramah Anak

Kami bekerjasama dengan Negara Swedia untuk mewujudkan Kota Malang sebagai Kota Ramah Anak

Anak tidak hanya diberikan lokasi bermain, tetapi juga diberikan kesempatan berimajinasi berbagai profesi. (wipo)

Malang-Radius – Kota Malang berusaha meraih predikat sebagai Kota Layak Anak. Sosialisasi telah dilakukan. Bahkan akan bekerjasama dengan Pemerintah Swedia. Tetapi tanpa melakukan pembangunan yang terintegrasi antara berbagai sektor, Kota Layak Anak hanya akan menjadi jargon.

Lembaga Perlindungan Anak dan Forum Anak bekerjasama dengan Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun Kota Malang, berusaha memperkenalkan apa dan bagaimana Kota Layak Anak. Sosialiasi dilakukan dengan mengundang 30 perwakilan warga di Balai Kelurahan Kebonsari, 11 Oktober 2021 lalu.

Acara sosialisasi dihadiri oleh para Ketua RW, Ketua LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan), Ketua BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat), dan lembaga masyarakat yang ada di wilayah Kelurahan Kebonsari. Sosialisasi ini juga mendatangkan narasumber Dra. Winartiningsih,MM, Ketua 1 Lembaga Perlindungan Anak Kota Malang.

“Kami saat ini juga bekerjasama dengan Pemerintah Swedia untuk mewujudkan Kota Malang sebagai kota ramah anak,” kata Winartiningsih kepada Radius.

Pendampingan orang tua menjadi suatu yang penting bagi tumbuh kembang anak.

Pada sosialisasi tersebut disampaikan bahwa anak sebagai tongkat estafet penerus masa depan bangsa membutuhkan hak dan perlindungan khusus yang dikembangkan mulai dari tingkat yang paling rendah, yakni keluarga layak anak, rukun tetangga dan rukun warga layak anak. Suatu Kecamatan dapat dikatakan layak anak apabila seluruh desa atau kelurahannya layak anak.

Terdapat 10 kunci utama pembentukan kelurahan layak anak, di antaranya terbentuknya gugus tugas kelurahan layak anak, terbentuknya forum anak dan fasilitasi sarana dan prasana untuk anak, terbentuknya satgas perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat, terbentuknya komunitas pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang, juga tersedianya profil anak di kelurahan tersebut.

Selain itu, memiliki puskesmas ramah anak, sekolah ramah anak, kawasan bebas rokok bagi anak, pemetaan potensi anak dan remaja di tiap-tiap RW, tempat ibadah ramah anak, inovasi program pro anak, serta tersedianya anggaran program anak.

Anak harus diberikan kesempatan bermain denga aman dan nyaman. (whatnewsjkt)

Winartiningsih berharap agar sosialisasi kota layak anak ini dapat diimplementasikan di wilayah Kelurahan Kebonsari dan mendapatkan dukungan dari RT,RW, Kelurahan serta lembaga yang ada di lingkup kelurahan. “Kami berharap Wilayah Kebonsari menjadi tempat layak anak terbaik di Kecamatan Sukun Kota Malang,” harapnya.

Kegiatan sosialisasi ini disambut baik oleh Lurah Kebonsari, Nyoto. Saat ditemui Radius di ruang kerjanya, Nyoto berharap agar segera mewujudkan pemenuhan kota layak anak di wilayah Kelurahan Kebonsari. “Kelurahan Kebonsari siap menguatkan pencapaian kota layak anak dengan berkomitmen mewujudkan kelurahan layak anak,” kata Nyoto dengan penuh semangat.

Lurah Kebonsari, Nyoto

Ide-ide kreatif sudah dilakukan sebelumnya. Seperti di RW 07 sudah ada wilayah ramah anak. Konsepnya adalah memanfaatkan sepanjang jalan di RW 07 sebagai tempat belajar dan bermain anak usia sekolah, mulai dari PAUD hingga SMA. Juga diberikan fasilitas pendukung, seperti perpustakaan mini, area bermain, wifi area dan lain-lain. Anak-anak dapat berekspresi dan berkreasi dalam suasana yang nyaman.

Sebelumnya, pada 29 Juli 2021, Pemerintah Kota Malang meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (PPA) Republik Indonesia. Kota Malang dinilai sukses menaikkan status peringkat Kota Layak Anak dengan memperoleh Kategori Nindya, setelah sebelumnya di kategori Madya selama empat tahun berturu-turut.

Kala itu, Walikota Sutiaji mengatakan bahwa prestasi ini merupakan buah dari komitmen pemerintah untuk terus memenuhi hak anak di berbagai bidang dalam rangka mewujudkan Kota Malang sebagai kota layak anak. Hal ini sekaligus menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Malang dalam mewujudkan sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak yang dilakukan secara terencana, menyeluruh dan berkelanjutan.

Tak bisa dipungkiri, Bhumi Arema memiliki sederet ruang terbuka hijau yang terbilang ramah anak. Kehadiran ruang tersebut menjadi salah satu penunjang bagi kembang tumbuh anak dalam kerangka besar mencerdaskan anak bangsa.

Salah satu taman bermain anak-anak di Kota Malang. (sin)

Salah satunya di Alun-Alun Merdeka Malang yang menyediakan fasilitas mendukung perkembangan otot dan otak anak yang dikemas dalam outdoor gym. Masyarakat yang datang ke lokasi ini bersama keluarga, dapat memanjakan anak-anak mereka dengan sederetan fasilitas bermain yang tersedia. Fasilitas yang dikonsep di sana berbentuk taman edukasi ramah anak.

Meski telah menyandang status sebagai Kota Layak Anak, kasus kekerasan, pelecehan, eksploitasi hingga tindak pidana yang melibatkan anak masih terjadi di Kota Malang. Kekerasan yang dialami anak semakin beragam, baik secara fisik maupun psikis. Mirisnya, kasus ini tidak hanya terjadi di lingkup keluarga, tetapi juga terjadi di sekolah.

Misalnya kasus di awal tahun 2020, seorang siswa SMP di Kota Malang diduga mengalami perundungan. Aksi tersebut kabarnya dilakukan tujuh temannya, hingga tangan korban harus menjalani operasi amputasi jari tengah tangan kanannya.

Ada juga kasus kekerasan yang dialami siswi SD di Kota Malang yang mendapatkan pelecehan seksual dari gurunya. Kemudian, kasus penganiayaan orang yang berujung kematian bocah berusia 3 tahun di kawasan Kedungkandang. Pemerintah Kota Malang berharap kasus kekerasan terhadap anak tidak terjadi lagi, karena akan berpengaruh pada penilaian kota layak anak.

Menteri PPPA, Bintang Puspayoga mengatakan bahwa pada tahun 2021 terdapat empat kota yang mendapatkan KLA kategori utama, yakni Kota Surabaya, Kota Yogyakarta, Kota Denpasar dan Kota Surakarta. Sementara, penghargaan lainnya diberikan kepada 38 kabupaten/kota peraih KLA tingkat Nindya, 100 kabupaten/kota peraih kategori KLA tingkat Madya, serta 133 kabupaten/kota peraih kategori KLA tingkat Pratama.

Salah satu negara yang bisa kita contoh adalah Swedia. Swedia merupakan negara yang ramah keluarga dan anak karena pemerintah mengeluarkan kebijakan yang mendukung dan memudahkan kehidupan keluarga, kesehatan, serta pendidikan anak-anak. Seperti fasilitas perawatan untuk ibu hamil, cuti melahirkan berbayar yang panjang, tugas ayah dan ibu hampir setara, tunjangan bulanan untuk setiap anak sampai usia 16 tahun.

Selain itu Pemerintah Swedia juga memberikan biaya sekolah gratis, biaya kesehatan hampir gratis, bus gratis untuk orangtua yang membawa kereta bayi, banyak buku bacaan untuk anak, banyak tempat umum ramah bayi, serta adanya aturan orang tua menemani anak yang sakit.

Semoga dimulai dari kelurahan ramah anak, menjadi semangat untuk mewujudkan Kota Malang sebagai kota yang layak anak serta bebas dari segala bentuk kekerasan. Amin.

Reporter : shintya juliana putri

Editor : chusnun hadi