RADIUS

Wed Oct 13 2021 04:14:41 GMT+0000 (UTC)

#Travel

Pulau Dewata Sambut Wisatawan Mancanegara

Penerbangan Internasional di Bandara Ngurah Rai Bali dibuka mulai 14 Oktober 2021

Pantai Double Six di Seminyak, Kabupaten Badung, Bali, sebagai alternatif selain Pantai Kuta. (balitribun)

Malang-Radius – Pemerintah siap melakukan uji coba pembukaan Pulau Dewata Bali bagi wisawatan mancanegara. Kedatangan turis asing harus memenuhi protokol kesehatan dan wajib menjalani karantina selama lima hari

“Pembukaan pariwisata di Bali akan kami lakukan secara bertahap,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan pada konferensi virtual yang diadakan, senin (11/10/2021).

Sebelumnya, Luhut menyampaikan bahwa Bandara Ngurah Rai Bali akan dibuka untuk pintu masuk Internasional pada 14 Oktober. Jadi nantinya Indonesia memiliki tiga pintu masuk Internasional, yakni Bandara Soekarno Hatta Jakarta, Sam Ratulangi Manado, dan Bandara Ngurah Rai Bali.

Luhut memberikan instruksi khusus kepada Pemerintah Daerah Bali untuk mempercepat laju vaksinasi terutama untuk lansia di daerah Gianyar. Sebab hingga saat ini, total cakupan vaksinasi lansia di daerah tersebut masih 38 persen.

Upacara keagamaan di Bali menjadi salah satu daya tarik wisata. (pixebay)

Pembukaan wisata Bali, lanjut Luhut, hanya mengizinkan turis dari 18 negara. Syaratnya, negara dengan kasus konfirmasi covid berada di level satu dan dua, serta positivity rate di negara asal di bawah lima persen.

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiga Uno, beberapa negara tersebut antara lain China, Korea Selatan, Jepang, Uni Emirat, Arab Saudi dan Selandia Baru.

Kedua, diwajibkan membawa hasil tes negatif PCR yang sampelnya diambil maksimum 3 x 24 jam sebelum jam keberangkatan. Lalu menyertai bukti vaksin dosis dua secara lengkap setidaknya 14 hari sebelum keberangkatan, tertulis dengan Bahasa Inggris dan Bahasa negara asal.

Selanjutnya, memiliki asuransi kesehatan dengan nilai minimum 100.000 USD atau setara Rp1,4 miliar yang mencakup pembayaran Covid-19. Dan yang terakhir memberikan bukti konfrimasi pembayaran akomodasi selama di Indonesia dari penyedia akomodasi atau pihak ketiga.

Pantai Kuta sepi wisatawan saat pandemi, kini bakal ramai lagi. (int)

Setelah sampai di Pulau Dewata, para wisatawan mancanegara wajib melakukan tes RT-PCR dengan biaya sendiri. Jika hasilnya negatif, maka harus melakukan karantina terlebih dahulu di tempat yang disediakan selama lima hari. Kemudian wisatawan mancanegara diminta mengunduh aplikasi PeduliLindungi untuk mengisi paspor kesehatan eHAC. “Nanti wisatawan dapat menunggu hasil tes RT-PCR di akomodasi yang sudah direservasi,” tandasnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali juga sudah menyiapkan 35 hotel untuk karantina serta di beberapa objek wisata akan ada pengaturan kegiatan yang terpusat hanya di sekitar area hotel atau resort.

Pemprov Bali juga telah menyiapkan tenaga kerja pariwisata yang handal dengan masing-masing memiliki sertifikat CHSE (cleanliness, health, safety and environment sustainability).

Para pelaku industri pariwisata di Bali yang sudah terkena dampak dari pandemi selama dua tahun belakangan ini, berharap wisatawan kembali datang ke Bali.“Akhirnya kita bisa melihat cahaya di ujung lorong setelah sekian lama menunggu,” kata Suwamana Wahyu Putra, Founder and CEO of Dijiwa Sanctuaries.

Namun, perlu diperhatikan bahwa pembukaan pariwisata untuk pasar Internasional ini merupakan hal yang sangat krusial sehingga segala persiapan harus dilakukan secara matang. “Sehingga nanti tidak terjadi penundaan atau malah menjadi sentimen negatif ketika gagal menjalankan semua standar protokol kesehatan,” kata Suwamana kepada Radius.

Suwamana Wahyu Putra

Menurutnya, Pemerintah sudah menyiapkan dengan baik dari alur kedatangan sampai wisatawan masuk hotel karantina yang telah ditunjuk. Bekerja di hotel management company ini membuat Suwamana sadar bahwa pandemi sangat mematikan usaha di sektor pariwisata khususnya di Pulau Dewata Bali.

Setelah dua tahun vakum dan mulai melakukan adaptasi, Suwamana melihat dalam situasi ini sudah mulai bisa memaksimalkan kesempatan yang ada walaupun hasil belum terlihat. Pihaknya berusaha bangkit dan mengelola perusahaan yang sedang dijalani ini agar bisa melewati masa pandemi. “Pandemi mengajarkan kita bahwa adaptasi merupakan salah satu cara terbaik untuk bergerak maju dan melanjutkan usaha ini dengan baik,” tandasnya.

Melihat situasi Pulau Dewata terkini, menurutnya, Bali sudah cukup siap untuk menerima kembali para wisatawan. Terbukti pemerintah lebih memprioritaskan Bali sebagai objek percontohan ikon pariwisata nasional.

Suwamana menambahkan, sebagian destinasi wisata di Bali sudah berada di zona hijau, di antaranya Nusa Dua, Sanur dan Ubud. Dan persiapan wisata sesuai protokol kesehatan juga sudah disiapkan lebih dari enam bulan yang lalu. Dibukanya kembali pintu masuk Internasional, Suwamana berharap semoga langkah baik pemerintah untuk uji coba pembukaan ini bisa menjadi tolak ukur wisatawan Internasional yang akan datang ke Indonesia.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Dinda Monica. Restoran Coto Makassar milik keluarganya yang terletak di Jalan Raya Kuta No 666x Tuban, Bali, ini sangat antusias mendengar kabar ekonomi pariwisata akan kembali dibuka secara bertahap di Bali.

“Saya senang, karena sudah pasti sektor ekonomi ikut naik dengan adanya wisatawan datang. Apalagi resto kami hanya berjarak 10 menit dari bandara,” kata Dinda kepada Radius. “Kami semua harus bangkit lagi karena dengan ini kami bisa bertahan hidup,” papar Dinda lebih lanjut.

Menurutnya, Warga Bali saat ini sudah bisa hidup berdampingan dengan pandemi dan mengikuti aturan dari pemerintah terkait pariwisata, dan tetap harus menaati protokol kesehatan. Selamat Berwisata, Selamat Menikmati Pula Dewata. Maju Trus Pariwisata Indonesia.

Reporter : shintya juliana putri

Editor : chusnun hadi