RADIUS

Thu Oct 14 2021 04:44:47 GMT+0000 (UTC)

#Technology

Walikota se-Indonesia Bahas Smart City

PT Enygma Solusi Negeri siap presentasi membangun ekosistem Smart City berkelanjutan ke berbagai daerah di Indonesia

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto (dua dari kiri) dan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka (dua dari kanan) saat mengunjungi booth PT Enygma dalam Indo Smart City Forum and Expo 2021, di Jogyakarya. (rin)

Jogyakarta-RadiusSmart City menjadi isu penting dalam Pemerintahan Kota di Indonesia. Karena itu, sebanyak 53 Walikota se Indonesia hadir dalam Indo Smart City Forum and Expo 2021 yang digelar oleh Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), di Jogyakarta, 13-15 Oktober 2021. Mereka akan membahas Smart City yang sesungguhnya.

Para anggota Apeksi ini hadir untuk berdiskusi dengan mengusung tema Membangun Ekosistem Smart City Berkelanjutan bagi Penanggulangan Pandemi. Acara tersebut dibuka oleh Menko Maritim dan Investasi RI, Luhut Binsar Panjaitan melalui saluran daring.

“Revolusi 4.0 telah membawa perubahan yang drastis terhadap pemerintahan. Apalagi sejak pandemi, digitalisasi terasa sangat penting dalam menjalankan roda pemeritahan,” kata Luhut. Ia menambahkan, forum ini menjadi kesatuan gerak Pemerintah Kota se Indonesia untuk memanfaatkan momentum pandemi dan digitalisasi.

Bima Arya Sugiarto dalam sambutan pra pelaksanaan Indo Smart City Forum and Expo 2021. (youtube)

Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Bima Arya Sugiarto mengatakan, Smart City adalah konsep kota pintar yang ditujukan pada pemimpin, aparatur dan masyarakat kota untuk mengatasi semua persoalan kota, dan mempercepat pembangunan serta kemajuan kota.

“Pada masa pandemi ini, kebutuhan itu semakin tinggi untuk mengatasi bencana, mengelola sumber daya, dan betul-betul mengelola informasi secara efisien dan akurat pada masyarakat,” kata Bima Arya yang juga Walikota Bogor itu.

Ia menambahkan, melalui Smart City, berbagai tujuan pembangunan kota berkelanjutan dapat dicapai secara terukur, berbasis data, secara bertahap dan berperspektif lingkungan dengan tujuan jangka panjang. “Dalam rangka inilah, rapat kerja teknis Apeksi tahun ini yang mengundang semua anggota Apeksi, sangat relevan membahas persoalan-persoalan tersebut,” kata Bima Arya.

Dia masa pendemi ini, lanjutnya, semuanya “dipaksa” beradaptasi dengan cara yang cerdas dan efisien.“Lihat saja, saat ini pertemuan bisa menggunakan aplikasi seperti zoom, sehingga pertemuan bisa dengan cepat dilakukan mulai dari menteri sampai lurah dalam satu aplikasi,” tandasnya.

Booth Enygma yang menawarkan produk Smart City Berkelanjutan. (ist)

Aktivis Tahun 1998 itu juga mengungkapkan, bahwa Smart City tidak hanya sekedar instal software, namun yang lebih menantang adalah perubahan perilaku. “Menggunakan Zoom adalah perubahan perilaku, pembayaran online juga perubahan perilaku, aplikasi PeduliLindungi adalah perubahan perilaku juga,” paparnya.

Sementara itu, Walikota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution mengaku untuk pertama kalinya menghadiri acara Apeksi. Dalam forum ini, menantu Presiden Jokowi itu akan berbicara tentang bagaimana menjalankan roda pemerintahan yang efektif dan efisien, dengan memaksimalkan teknologi informasi, serta meningkatkan peran masyarakat dalam membangun kota.

"Ini pertama kali saya mengikuti kegiatan Rapat Kerja Teknis Apeksi. Saya sangat tertarik dengan tema tahun ini, menjadikan kota yang pintar, Smart City dalam digitalisasi," ujar Bobby.

Sementara itu, dalam expo yang berlangsung hingga 15 Oktober 2021 itu, juga diikuti oleh PT Enygma Solusi Negeri. Perusahaan yang berbasis di Kota Malang itu bergerak di Bidang Aplikasi Smart City berkelanjutan. Dalam Expo tersebut, Enygma memperkenalkan framework implementasi sistem pintar VAMP, yakni View - Measure - Improve. Framework ini akan memastikan bahwa setiap langkah implementasi akan berdampak signifikan terhadap peningkatan layanan pelanggan.


Dibutuhkan teknologi informasi untuk kemajuan kota di Indonesia. (ist)

Tentu saja, produk Enygma sangat pas dengan tema Rapat Kerja Teknis yang diusung pada tahun ini, yakni “Membangun Ekosistem Smart City Berkelanjutan Bagi Penanggulangan Pandemi.”

Karena itu, tidak heran booth PT Enygma banyak dikunjungi para peserta acara tersebut. Beberapa walikota yang datang di booth Enygma adalah Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka, dan Walikota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution. Walikota Gibran adalah putra dari Presiden Jokowi, sedangkan Walikota Bobby adalah menantu Presiden Jokowi.

Menurut Erick Karya, Direktur PT Enygma Solusi Negeri, Smart City adalah cita-cita semua kota di dunia. Tujuannya adalah untuk keberlangsungan ekonomi, sosial, budaya, iklim dan lingkungan. Untuk mencapai cita-cita yang mulia tersebut, dibutuhkan tiga pilar utama, yakni hardware, software dan brainware.

“Kolaborasi ketiganya berada dalam command center, di mana seluruh instansi berkolaborasi untuk menentukan respons yang tepat,” kata Erick Karya.

Ia menambahkan, untuk menyatukan tiga pilar utama tersebut, dibutuhkan komitmen yang serius dan bekelanjutan dari para pemimpin kota. Komitmen berkelanjutan tersebut untuk memastikan manfaat jangka pendek, menengah dan jangka panjang. “Komitmen yang konsisten akan menghasilkan predikat kota pintar, yang pada umumnya tercapai antara 15-20 tahun,” tandasnya.

Sebagai penyedia infrastruktur Smart City, PT Enygma Solusi Negeri tidak hanya mempresentasikan layanan Smart City berbasis data, tetapi juga menjadikan booth Expo yang menempati nomor 8 dan 9, sebagai Smart Booth. Sebab di dalam booth tersebut juga disiapkan berbagai informasi tentang Smart City melalui QR Code.

“Alhamdulillah hampir semua walikota peserta Rapat Teknis Apeksi tertarik dengan platform yang digarap oleh PT Enygma Solusi Negeri. Apalagi kami sudah berpengalaman menggarap Smart City di berbagai daerah di Indonesia,” tandasnya.

Reporter/editor : chusnun hadi