RADIUS

Fri Oct 15 2021 09:11:57 GMT+0000 (UTC)

#General

PT Arion Indonesia Sabet Booth Terbaik

Perusahaan asal Malang jadi juara, sayangnya Kota Malang justru membatalkan diri buka stand di Indo Smart City Forum and Expo 2021

Tim PT Arion Indonesia - PT Enygma Solusi Negeri membawa pulang piala kemenangan didampingi Walikota Yogyakarta Drs. H. Haryadi Suyuti. (rad)

Yogyakarta-Radius – PT Arion Indonesia menyabet juara booth terbaik dalam Indo Smart City Forum and Expo 2021 yang berlangsung 13-15 Oktober 2021. Kemenangan perusahaan yang berbasis di Kota Malang ini, sudah diprediksi sebelumnya, karena memiliki berbagai keunggulan. Sayangnya, Pemkot Malang justru mundur dari event ini meski sebelumnya sudah membooking stand.

“Kami berterima kasih pada panitia Indo Smart City Forum and Expo 2021 yang telah memilih kami sebagai juara. Semoga apa yang kami tawarkan untuk menjadikan sebuah kota dengan predikat smart city bisa diwujudkan oleh kota-kota di Indonesia,” kata R. Setiawan, Direktur PT Arion Indonesia usai menerima piala, piagam dan cinderamata dari panitia di panggung utama Indo Smart City Forum and Expo 2021.

Penilaian yang dilakukan oleh panitia memang sangat ketat, muai dari tata wajah booth, penampilan teknologi yang ditawarkan, serta antusias pengunjung, khususnya para walikota se Indonesia yang hadir dalam acara tersebut. Ada tiga juri yang turun langsung menilai setiap booth peserta. Mereka adalah Sakti Wahyujati dari unsur jurnalis, Dr. Mahendra Bhirawa dari Universitas Gajah Mada (UGM) mewakili unsur kampus, dan Basri Ahmad mewakili Praktisi MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

Tim kerja yang sangat handal kolaborasi PT Arion, PT Enygma dan LG. (rad)

PT Arion Indonesia yang didukung oleh PT Enygma Solusi Negeri dan raksasa produsen elektronik LG asal Korea Selatan, memiliki semua kreteria tersebut. Pertama, booth dengan tata wajah terbaik memiliki nilai yang sangat tinggi. Sebab booth tersebut menerapkan sistem smart booth, sehingga brosur dan berbagai informasi dibagikan dalam bentuk QR Code.

“Kita sengaja tidak membagikan dalam bentuk kertas, karena salah satu komitmen kami adalah zero paper untuk lingkungan yang lebih baik,” tambah R. Setiawan.

Sedangkan teknologi yang ditawarkan, juga mendapatkan penilaian yang sangat positif. Sebab konsep kota pintar yang dipresentasikan dalam bentuk video dan animasi, sangat cocok dan dibutuhkan oleh banyak kota di Indonesia.

Apalagi kerjasama antara PT Arion, PT Enygma dan LG Business Solution, bergerak di bidang Aplikasi Smart City. Dalam Expo tersebut, perusahaan yang sudah lama berdiri di Kota Malang itu memperkenalkan framework implementasi sistem pintar VAMP, yakni View - Measure - Improve. Framework ini akan memastikan bahwa setiap langkah implementasi akan berdampak signifikan terhadap peningkatan layanan pelanggan.

Tentu saja, produk perusahaan sangat pas dengan tema Rapat Kerja Teknis yang diusung pada tahun ini, yakni “Membangun Ekosistem Smart City Berkelanjutan Bagi Penanggulangan Pandemi.”

R. Setiawan bersama brand ambassador PT Arion Indonesia

Untuk antusiasme pengunjung, khususnya para walikota dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah sudah tidak perlu ditanyakan lagi. Sebab sejak pembukaan acara yang dihadiri 53 walikota se Indonesia itu, hampir semuanya mengunjungi booth PT Arion Indonesia. Bahkan Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Bima Arya Sugiarto, Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, juga mengunjungi smart booth ini.

Sayangnya, prestasi yang sangat menonjol dari perusahaan yang berbasis di Kota Malang itu, berbanding terbalik dengan apa yang terjadi pada booth Kota Malang. Sebab Kota Malang yang telah mendaftarkan diri serta membooking satu stand, ternyata membatalkan mengikuti acara tersebut.

Sebenarnya, hingga rapat terakhir via zoom yang dilakukan oleh panitia penyelenggara bersama event organizer (EO) acara pada 10 Oktober 2021 lalu. Kota Malang masih tercatat sebagai peserta. Tetapi pada saat persiapan penataan booth, panita mendapatkan informasi bahwa Kota Malang menyatakan mengundurkan diri dan tidak mengikuti Expo ini.

“Ia benar, Kota Malang membatalkan keikutsertaannnya dalam expo ini,” kata salah seorang anggota EO Garindo Media Tama kepada Radius.

Dari pendaftaran awal, lanjutnya, booth yang dibooking Pemkot Malang nantinya bukan diisi oleh Pemkot Malang secara umum, tetapi diserahkan pada Dinas terkait. “Rencananya diisi oleh Dinas terkait di Kota Malang,” tambahnya.

Sebenarnya, ajang Indo Smart City Forum and Expo 2021 memiliki arti strategis untuk mempromosikan apa yang telah dilakukan oleh pemerintah kota masing-masing. Produk-produk unggulan daerah bisa ditawarkan melalui ajang seperti ini. Akan sulit mengikuti acara seperti ini kalau memang tidak ada unggulan yang “dijual”.

Sementara itu, Indo Smart City Forum and Expo 2021 resmi ditutup pada Jumat (15/10/2021) siang. Berbagai rekomendasi telah dituangkan, dan semuanya mengarah pada upaya menjadikan Smart City untuk pembangunan yang berkelanjutkan.

Writer/editor : chusnun hadi