RADIUS

Wed Oct 06 2021 07:19:44 GMT+0000 (UTC)

#Health

Maniak Basket Bisa Meneriakkan Yel-Yel Lagi

Pemerintah juga melakukan uji coba pembukaan pusat kebugaran atau gym dengan kapasitas maksimal 25 persen.

Pusat kebugaran dan Gym mulai diujicoba pembukaannya dengan prokes ketat. (fb)

Malang-Radius – Para maniak bola basket patut bersyukur, karena Kompetisi Liga Basket sudah diizinkan digelar seiring melandainya kasus Covid-19. Event Honda Develompmental Basketball League (DBL) juga segera digelar di Jakarta dan Surabaya pada Oktober ini. Yel-yel sudah bisa diteriakkan lagi untuk mendukung tim kebanggaan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada saat konferensi pers melalui Youtube Sekertariat Presiden, senin (04/10/2021) lalu.Tentu saja keputusan pemerintah ini disambut baik oleh Direktur Utama DBL Indonesia, Azrul Ananda.

“Kami akan melaukan eksperimen role model kompetisi bola basket pelajar dengan protokol kesehatan yang ketat. Uji coba ini untuk penyelenggaraan semua event olahraga Indonesia ke depannya,” kata Azrul ananda, putra dari Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan.

Tim Bola Basket pelajar ikut kompetisi dengan tetap menjaga prokes. (dbl)

Setelah 17 tahun dipercaya menjadi ajang pertandingan bola basket terbesar di Indonesia, membuat DBL ditunggu siapa pun setiap tahunnya. Program yang dijalankan saat ini telah diikuti 2 juta anak muda dari Aceh hingga Papua, baik pelajar SMP maupun SMA.

DBL memastikan semua pemain yang menjalani kompetisi harus sudah mendapatkan vaksin dosis lengkap. Selain itu, diwajibkan melakukan swab PCR dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Ini berlaku untuk semua yang berada di arena pertandingan. Perlu dicatat, pertandingan yang akan digelar nanti masih tanpa penonton ya warga baik!

Selain dibukanya kembali kompetisi basket remaja, Pemerintah juga melonggarkan aturan pada PPKM kali ini, yakni membuka pusat kebugaran atau gym dengan kapasitas maksimal 25 persen.

Akan dilakukan uji coba protokol kesehatan untuk fasilitas pusat kebugaran atau gym yang berlokasi di wilayah Provinsi DKI Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan, Bogor, Bekasi, Depok, Bandung, Cimahi, Bandung Barat, Sumedang, Semarang, Kendal, Demak, Sidoarjo, Surabaya, Mojokerto, Lamongan, Gresik dan Bangkalan.

Masker dan jaga jarak tetap menjadi syarat di pusat kebugaran. (aladokter)

Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai. Masker harus digunakan selama melakukan aktivitas olahraga, kecuali renang. Selain itu, pengecekan suhu dilakukan kepada setiap orang yang masuk ke dalam fasilitas olahraga.

Pengguna fasilitas olahraga tidak diizinkan berkumpul sebelum maupun sesudah melakukan aktivitas olahraga dan harus tetap menjaga jarak. Fasilitas penunjang seperti loker, VIP room dan tempat mandi tidak diizinkan digunakan kecuali untuk akses toilet.

Hal ini tertuang dalam Instruksi Menteri dalam Negeri nomor 47 tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat level 4,3,2, dan 1 covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Selain sektor olahraga, pemerintah juga memberikan keringanan kepada stand makanan dan minuman yang berada di area sekitar bioskop diizinkan buka, namun kapasitas bioskop masih terbatas 50 persen.

Sementara restoran, rumah makan dan kafe dengan jam operasional dimulai dari malam hari dapat beroperasi mulai pukul 18.00 sampai dengan pukul 00.00 waktu setempat, dengan kapasitas disesuaikan berdasarkan level 1,2, dan 3 PPKM Jawa dan Bali.

Kabar baik lainnya, Bandara Ngurah Rai Bali akan segera dibuka untuk pintu masuk Internasional pada tanggal 14 Oktober 2021 mendatang. Hal ini juga ditinjau dari aspek memenuhi ketentuan dan persyaratan mengenai karantina, tes dan kesiapan satuan tugas.

Prokes menjadi syarat utama kompetisi basket. (dbl)

Dalam kesempatan tersebut, Luhut juga menyampaikan bahwa PPKM diperpanjang kembali berdasarkan level di Pulau Jawa-Bali selama dua pekan terhitung mulai 5 Oktober hingga 18 Oktober 2021.

Luhut menyebut sudah tidak ada kabupaten atau kota yang menerapkan PPKM level 4. Saat ini sebanyak 107 Kabupaten/kota menerapkan PPKM level 3, 20 Kabupaten/Kota menerapkan level 2, serta 1 Kota berada di level 1. Daerah yang berada di level 1 tersebut adalah Blitar, Jawa Timur.

Selain melonggarkan aturan, pemerintah juga mulai melakukan ujicoba PPKM di level 1. “Implementasi uji coba PPKM Level 1 diberlakukan karena Kota Blitar telah memenuhi syarat indikator WHO dan target cakupan vaksinasi dosis satu sebesar 70 persen dan dosis satu lansia sebesar 60 persen,” jelas Luhut Binsar Pandjaitan.

Nantinya, pada PPKM level 1, akan berlaku ketentuan mendekati aktivitas kehidupan masyarakat yang normal. Sejalan dengan uji coba tersebut, pemerintah juga menggencarkan deteksi melalui testing dan tracing serta meningkatkan protokol kesehatan. “Kami sudah membentuk task force juga yang terdiri dari pakar-pakar dan ahli-ahli dalam bidangnya untuk tinggal berapa waktu di Blitar sekaligus memonitor pelaksaan uji coba Level 1,” tandasnya.

Dalam hal ini, pemerintah akan melakukan pengawasan ketat dengan mengawasi seluruh aktivitas masyarakat di Kota Blitar. Supaya bila nanti terjadi kasus dapat segera dikendalikan. “Kalau ini nanti berhasil, kita akan kembangkan ke kota-kota yang dapat masuk level 1,” tuturnya lebih lanjut.

Perlu diketahui, untuk wilayah Jawa Timur saat ini yang berada pada level 2 adalah Kota Madiun, Kota Kediri, Jombang, Banyuwangi dan Kota Pasuruan.

Sementara 32 daerah lainnya masih tetap berada pada PPKM Level 3, yakni Tulungagung, Trenggalek, Situbondo, Sidoarjo, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, Lumajang, Kota Surabaya, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Batu, Kediri, Bondowoso, Blitar, Tuban, Sumenep, Sampang, Probolinggo, Pasuruan, Pamekasan, Nganjuk, Mojokerto, Malang, Lamongan, Jember, Gresik, Bojonegoro, dan Bangkalan.

Writer : shintya juliana putri

Editor : chusnun hadi