Sewu Dino salah satu film horor Indonesia. (ist)

Sewu Dino salah satu film horor Indonesia. (ist)

By Azizatul Nur Imamah

Belakangan ini, sederet film horror di layar lebar behasil mencuri atensi publik. Mulai dari Sewu Dino dari Indonesia hingga film Evil Dead Rise. Film horror selalu menarik perhatian karena alurnya yang susah ditebak. Tapi, bagaimana proses pembuatannya? Mengingat film horror harus berhasil membangun suasana untuk merangsang adrenalin penontonnya.

Di setiap tahunnya, genre film ini memiliki karakteristik dan jalan cerita yang berbeda-beda. Mulai dari melibatkan unsur spiritualitas hingga bervariasi dan sinematik seperti sekarang ini. Perkembangan inilah yang membuat genre ini masih banyak peminatnya hingga berpuluh tahun.

Pembuatan film horror sendiri melibatkan berbagai teknik dan strategi untuk menciptakan suasana yang menakutkan dan menegangkan. Teknologi pembuatan film terus berkembang, dan seiring waktu, para pembuat film terus menemukan cara-cara baru untuk membuat film horor menjadi lebih menakutkan dan realistis.

Musik

Musik menjadi yang paling sering dimainkan oleh para produser film untuk memengaruhi perasaan penonton dan meningkatkan intensitas suasana di dalam film. Musik horor umumnya berupa suara-suara yang menakutkan, seperti suara keras atau aneh, musik yang tegang, atau musik yang sangat gelap.

Salah satu permainan musik paling epic di film horror adalah pada pembuatan film A Quiet Place yang rilis pada tahun 2018 lalu. Film horror ini menggunakan teknologi suara 3D yang canggih untuk menciptakan efek suara yang sangat realistis dan membuat penonton terasa seperti berada di dalam film.

A Quiet Place menceritakan sebuah keluarga yang hidup dalam ketakutan. Mereka berusaha harus hidup dalam keheningan agar terhindar dari mahluk misterius. Film ini digarap oleh John Krasinski dan memiliki tiga bagian. A Quiet Place I hingga II berhasil memecahkan rekor Box Office di Amerika Utara.

Pencahayaan

Pencahayaan yang redup dan kontras dapat memberikan efek yang menakutkan dan menegangkan pada penonton. Pencahayaan yang kurang atau kelebihan cahaya juga dapat menciptakan efek yang mengerikan.

Ilusi ini dapat membuat penonton turut menjadi was-was dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Dengan menggunakan pencahayaan yang tepat, film horor dapat menciptakan suasana yang sangat mengerikan dan membuat penonton terlibat dalam cerita yang dihadirkan.

The Blair Witch Project yang rilis pada tahun 1999 berhasil mencuri publik dengan menghadirkan kisah tiga pemuda pembuat film yang melakukan kegiatan hiking ke Black Hills di Burkittsville, Maryland, untuk membuat film dokumenter mengenai legenda Blair Witch.

Dengan teknik mokumenter, film ini dibuat dengan pencahayaan pencahayaan yang sangat alami dan minimalis untuk menciptakan suasana yang sangat mengerikan. Pencahayaan pada film ini digunakan untuk membuat penonton merasa seperti berada di dalam hutan yang sangat gelap dan terpencil, sekaligus menambah intensitas keseraman yang dihadirkan.

Efek Suara

Mirip dengan musik, suara digunakan untuk menciptakan suasana yang mengerikan dalam film horor. Beberapa efek suara yang umum digunakan antara lain suara keras, suara langkah kaki, suara napas, dan suara-suara yang tidak diketahui.

The Conjuring pada tahun 2013 adalah salah satu film terbaik yang berhasil mengkolaborasikan feel suara dan efek visual sehingga daoat membuat suasana menakutkan dan realistis. Film ini mampu meciptakan kondisi dimana penonton terasa berada di dalam film.

Dalam sejumlah komentar warganet, banyak dari mereka menyebut bahwa film The Conjuring 1 merupakan film horor terbaik dibandingkan serial Universe The Conjuring yang terdiri dari The Nun, Annabelle: Creation, Annabelle, Annabelle Comes Home, The Curse of La Llorona, The Conjuring 2 dan The Conjuring: The Devil Made Me Do It.

Kostum dan MakeUp

Hal satu ini tentu wajib ada dalam film horror. Kostum dan makeup dapat memberikan efek mengerikan pada karakter dalam film. Kostum yang menyeramkan dan makeup yang menciptakan wajah yang mengerikan dapat meningkatkan efek horor.

Sering dengan perkembangannya, makeup dan kostum juga dibantu dengan teknik yang mengandalkan teknologi tercanggir. Salah satunya adalah pada film berjudul It yang rilis pada tahun 2017 lalu.

Film horor ini menggunakan teknologi makeup yang canggih untuk menciptakan karakter Pennywise yang sangat mengerikan dan realistis. Dalam film itu, diceritakan ada sekelompok remaja yang sering ditindas, bersatu untuk menghancurkan sesosok monster mengerikan yang menyamar dalam wujud badut menakutkan dan suka memangsa anak-anak kecil. Sosok badut itlah yang bernama Pennywise.

Kamera

Pengambilan gambar dan pengaturan kamera menjadi kunci untuk menciptakan efek horor yang kuat. Teknik seperti pengambilan gambar dari sudut pandang yang berbeda, pergerakan kamera yang tidak stabil, dan pengambilan gambar yang mengejutkan dapat menambah intensitas suasana.

Film Get Out yang rilis pada tahun 2017 menjadi salah satu film horor yang menggunakan teknologi kamera canggih untuk menciptakan efek yang intens dan realistis. Bahkan penggunaan teknik pengambilan gambar memiliki sudut pandang yang berbeda-beda.

Film ini menceritakan tentang Chris, pria kulit hitam, mengunjungi orangtua kekasihnya yang berkulit putih saat liburan akhir pekan. Meski keluarganya kelihatan wajar namun rahasia mengerikan tersembunyi di balik dinding rumah mereka. Kedalaman multi-genre film, alegori rasial, dan keterhubungan dengan sehari-hari membuatnya menjadi film seram terbaik sepanjang masa.

Plot dan Narasi

Cerita dan narasi yang menegangkan, serta plot yang berputar di sekitar karakter yang berada dalam bahaya atau situasi mengerikan dapat memberikan efek yang sangat mengerikan pada penonton. Plot dan narasi ini juga didukung dengan penggunaan CGI untuk membangun cerita yang ada.

Hereditary yang rilis pada tahun 2018 merupakan salah satu film yang menggunakan teknologi CGI (Computer Generated Imagery) untuk mendukung plot dan narasi yang ada. Sehingga film ini mampu menciptakan efek visual yang sangat realistis dan menakutkan pada karakter filmnya.

Film Hereditary mengisahkan tentang Annie Graham (Toni Collette), seorang miniatur artist yang tertutup dan memiliki banyak rahasia. Berjudul Hereditary yang memiliki arti turun temurun, film ini berisi kutukan menyeramkan yang turun temurun dari sang ibu.